Maju Kena Mundur Kena

16/06/2010 2 komentar

Sebuah kisah yang sangat populer tentang dua orang (anak dan ayah) yang pergi mengembara bersama seekor Keledai. Ketika berangkat dari rumahnya si anak duduk di punggung Keledai sementara ayahnya berjalan sambil menuntun Keledai. Memasuki kampung pertama, orang-orang berkomentar “sungguh anak tidak tahu diri, duduk di punggung Keledai sementara ayahnya berjalan kelelahan”. Mendengar komentar itu, ayah dan anak berganti posisi. melewati kampung kedua orang-orang yang melihatnya kembali berkomentar “sampai hati benar orang tua itu keenakan duduk di punggung Keledai semntara anaknya dibiarkan berjalan sambil menuntun Keledai”. Bapak dan anak yang mendengar komentar tersebut kemudian bersama-sama duduk di punggung Keledai. Memasuki kampung ketiga kembali terdengar komentar “bapak dan anak itu benar-benar tidak mempunyai peri kebinatangan. Masa Keledai dinaiki oleh dua orang”. Mendengar komentar itu keduanya lalu turun berjalan sambil bersama-sama memanggul Keledai tersebut. Memasuki kampung keempat kembali orang-orang berkomentar “sungguh zaman benar-benar sudah gila Keledai yang seharusnya menjadi tunggangan manusia , malah manusia yang menunggang keledai”. Setelah mendengar komentar tersebut, keledaipun diturunkan dari punggung mereka dan kemudian melanjutkan perjalanan sambil keduanya menuntun keledai. Kembali terjadi komentar “untuk apa membawa keledai kalau tidak dapat ditunggangi”.

Penanggalan Islam

31/05/2010 2 komentar

Tahun Muslim didasarkan pada sistem perputaran bulan, terdiri dari 354 hari dan berubah-ubah setiap tahun dengan selisih Sepuluh atau Sebelas hari dari penanggalan matahari. Tahun muslim dibagi menjadi Dua Belas bulan yang terdiri dari Dua Puluh Sembilan atau Tiga Puluh hari. Dimulai dengan bulan Muharram dan berakhir dengan bulan Zulhijjah. Nama-nama bulan, yang sebagian sesuai dengan musim, berasal dari penanggalan Arab pra-Islam, saat sebuah bulan tambahan diberlakukan setiap tiga tahun untuk menyelaraskan penganggalan dengan tahun matahari.

Nabi Muhammad dan para pengikut awalnya di Arabiah adalah warga gurun yang menandai waktu dengan perubahan bentuk bulan. Hari baru dimulai bukan dengan tengah malam tetapi pada sore hari saat bulan mulai tampak. Letak bintang-bintang digunakan sebagai petunjuk bagi penduduk gurun yang melakukan perjalanan saat hawa dingin di malam hari dan beristirahat saat panas terik siap hari. Bintang-bintang juga digunakan untuk menemukan arah Mekkah, kota suci Islam. Astronomi menjadi ilmu Islam yang sangat penting, dengan menara sebagai tempat pengamatan astronomi yang ideal. Pada abad ke sepuluh, muslim telah menemukan astrolab, sebuah alat yang mereka gunakan untuk menghitung pergerakan bintang dan planet. Mereka dapat mengetahui waktu di malam hari dari benda yang menjadi cikal bakal jam modern ini.

Penanggalan Islam mencerminkan aspek-aspek social dan spiritual Islam dan menjaga aspek-aspek ini dalam keselarasan. Ada dua perayaan: Idul Fitri, perayaan setelah menjalankan puasa bulan Ramadhan,  dan Idul Adha, hari raya kurban. Id sendiri dalam bahasa Arab berarti perayaan atau saat kebahagiaan, dan pada dua peristiwa ini orang saling mengirim kartu ucapan selamat seperti kartu natal dan tahun baru.

(Living Islam)

Terminologi Politik dalam al-Qur’an

11/05/2010 Tinggalkan komentar

Kata politik pada mulanya terambil dari bahasa Yunani atau bahasa latin politicos atau ploiticus yang berarti relating to citizen. Keduanya berasal dari kata polis yang  berarti kota.

Dalam bahasa Indonesia, politik diartikan sebagai segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Politik diartikan pula sebagai kebijakan, cara bertindak (dalam mengahadapi atau menangani sesuatu masalah).

Dalam bahasa Arab, kata politik biasanya diterjamahkan dengan kata siyasah. Kata ini terambil dari asal kata sin-waw-sin dengan makna pokok “ kerusakan sesuatu” , “tabiat atau sifat dasar”. dari makna pertama terbentuk kata kerja sasa-yasusu-sausan yang berarti menjadi rusak atau banyak kutu, dan dari makna kedua terbentuk kata sasa-yasusu-siyasatan yang berarti memegang kepemimpinan masyarakat, menuntun  atau melatih hewan dan mengatur dan memelihara urusan. Baca selengkapnya…

Allah Swt. Maha Pemurah

09/05/2010 1 komentar

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw pernah bersabda: Allah berfirman, seandainya hamba-Ku berniat melakukan perbuatan buruk (wahai para malaikat) jangan ditulis kecuali jika ia melaksanakan niatnya, maka tulislah sebagai satu dosa. Tetapi jika ia membatalkan niatnya karena Aku, maka tulislah sebagai satu kebaikan. Sebaliknya, seandainya hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik tetapi mengurungkan niatnya, tulislah sebagai satu kebaikan. Tetapi jika ia melaksanakan niatnya karena Aku, tulislah menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan.

Dilema Manusia Modern

08/05/2010 1 komentar

Kronologi manusia modern yang terjebak dalam kubangan peradaban yang dibangunnya sendiri, terasa semakin membuktikan manusia dengan segala bentuk peradabannya tersebut  tidak mampu mengendalikan peradaban itu sendiri. Klaim manusia modern yang mereka sandang semakin menunjukkan masalah yang mereka hadapi tidak berbanding dengan kemodernan yang mereka capai.

Dalam bukunya The Third Wave (1980), Alvin Tofler mengulas tiga karakteristik peradaban manusia: (1) peradaban yang dibawa oleh penemuan pertanian, (2) peradaban yang diciptakan dan dikembangkan oleh revolusi industri, dan (3) peradaban baru yang tengah digerakkan oleh revolusi komunikasi dan informasi. Perubahan terbesar yang Baca selengkapnya…

Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq

06/05/2010 3 komentar

Abu Bakar lahir pada tahun 573 M di Mekkah. al-Shiddiq adalah gelar beliau, nama sesungguhnya Abdullah ibn Abi Quhâfah al-Tamîmi. Di masa jahiliyah bernama Abdul Ka’bah, lalu Nabi mengganti menjadi Abdullah. Julukannya Abu Bakar (pemagi) karena pagi-pagi atau orang yang paling awal masuk Islam. Gelarnya  al-Shiddiq karena amat segera membenarkan Rasul dalam berbagai macam peristiwa, terutama peristiwa Isra’ Mi’raj.

Abu Bakar lahir dari sebuah   keluarga  terhormat di Mekkah, semenjak anak-anak, ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur, halus, penyayang, dan suka beramal, sehingga masyarakat Mekkah menaruh hormat kepadanya. Ia selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk menolong fakir miskin. Baca selengkapnya…

Metode Dakwah dalam Al-Qur’an

05/05/2010 6 komentar

Dalam al-Qur’an surah Al-Nahl (16): 125 termuat beberapa metode dakwah sebagaimana dapat dibaca dalam firman Allah swt:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari JalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Tiga metode dakwah yang terkandung dalam ayat ini, yaitu : metode al-hikmah, metode al-maw’izhah dan metode mujadalah.

Metode al-hikmah

Kata al-hikmah terulang sebanyak 210 kali dalam al-Qur’an. Secara etimologis, kata ini berarti kebijaksanaan, bagusnya pendapat atau pikiran, ilmu, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, pepatah dan juga berarti al-Qur’an al-Karim. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.